Enter your keyword

Hingga September 2020, Ekspor Kopi Minang Tembus Rp 6,45 Miliar

PT. Surya Indo Singa | International Trading Export Company

Hingga September 2020, Ekspor Kopi Minang Tembus Rp 6,45 Miliar

Hingga September 2020, Ekspor Kopi Minang Tembus Rp 6,45 Miliar

Komiditas Kopi Minang dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berpeluang untuk dilakukan peningkatan akses pasar dan ekspor di tengah kondisi pandemi Covid-19. Untuk mendukung hal itu maka digelarlah kegiatan Bussiness Matching antara pelaku usaha atau eksportir kopi dengan kelompok tani kopi Minang di Kota Padang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal menyambut baik pelaksanaan Bussiness Matching tersebut. Hal itu menurutnya bisa menjadi momentum penguatan pasar kopi di Provinsi Sumbar walaupun saat ini di masa pandemi terdapat beberapa kendala pasar ekspor kopi.

“Tetapi kedepan melalui kegiatan ini diharapkan ekspor kopi Sumbar bisa meningkat signifikan,” jelas Syafrizal dalam keterangan tertulisya pada JawaPos.com.

Potensi perkebunan Sumbar selain kopi juga dilakukan pengembangan komoditas kakao, kelapa, karet, sawit, teh, dan rempah-rempah perlu terus digali pengembangan hulu hilir dan ekspor.

“Kami jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHortiBun) terus mendukung Ditjen Perkebunan, Kementan dalam akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan di Sumatera Barat,” imbuhnya.

Terutama kopi di tujuh sentra produksi kabupaten seperti Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, 50 Kota dan Pasaman Barat. Pasalnya, Data Dinas TPHortiBun Sumbar juga mengunkapkan bahwa ekspor kopi minang hingga September 2020 dengan volume 275 ton atau senilai Rp 6,45 miliar ke Malaysia, Korea Selatan, Hongkong dan beberapa negara Timur Tengah.

Acara Bussiness Matching dihadiri pelaku usaha dan eksportir kopi dari Bandung yaitu Direktur Utama PT. Surya Indo Singa , Lily Ratnasari yang sudah berpengalaman lebih dari tiga tahun menjalankan bisnis ekspor kopi.

Lily mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan Bussiness Matching ini, walaupun di tengah pandemic Covid-19, permintaan kopi masih terus berdatangan meski jumlahnya belum signifikan. Dalam waktu dekat ini saja sudah ada order ekspor dari Korea dan Eropa dari jenis Robusta dan Arabika.

“Sehingga saya mengharapkan mendapat pasokan kopi dari Sumatera Barat. Saya juga mengapresiasi semangat para petani yang hadir pada acara ini hingga saat mengunjungi sentra kopi solok radjo. Selanjutnya saya mengharapkan petani kopi di Sumatera Barat dapat mempertahankan kualitas kopi untuk memenuhi selera pasar,” papar Lily.

Editor: Dimas Ryandi

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.